IMAGO 2018 Eratkan Hubungan Mahasiswa dengan Industri

Imago 3.0 resmi dibuka dengan prosesi pemukulan gong oleh Ika Yanuarti selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan didampingi oleh Anno Wicaksono selaku ketua Imago 3.0 yang diselenggarakan di Function Hall UMN pada Selasa (18/08/18). (ULTIMAGZ/Daniela Dinda)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com Pameran karya akhir Fakultas Seni dan Desain Universitas Multimedia Nusantara (FSD UMN) IMAGO 2018 resmi dibuka di Function Hall UMN, Selasa (18/09/18). Dalam gelarannya yang ketiga ini, IMAGO berusaha meningkatkan hubungan antara mahasiswa FSD dengan para pegiat industri.

“IMAGO kali ini diadakan supaya semakin terjalin hubungan dan kerja sama antara mahasiswa UMN dan industri. Diharapkan industri juga bisa memberi masukan dan pendapat tentang apa yang sedang dibutuhkan oleh industri seni saat ini,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Ika Yanuarti pada pembukaan IMAGO 2018.

Menurut Ika, hubungan yang terjalin antara UMN dan industri bisa menjadi acuan bagi kampus untuk menentukan mata kuliah yang sesuai dengan keinginan pasar saat ini.

“Kami butuh update kebutuhan di industri sehingga bisa menyesuaikannya dengan apa yang diajarkan di UMN. Dari kemahasiswaan ingin ada hubungan yang baik dengan industri,” imbuhnya.

Hubungan yang lebih erat antara mahasiswa UMN dan industri salah satunya diwujudkan IMAGO 2018 dalam proses kurasi. Tahun ini, IMAGO melibatkan para pegiat industri dan profesional dalam melakukan proses kurasi untuk menentukan karya terbaik yang akan dipamerkan. Beberapa industri yang terlibat dalam proses kurasi antara lain Dapoer Animasi, Mythologic Animation, dan Agate Studio.

Dengan dibukanya IMAGO 2018, maka dibuka pula pameran yang dilaksanakan di Function Hall UMN. Sebanyak 49 karya yang terdiri atas karya desain grafis, branding, film, animasi, dan beberapa jenis lainnya dipamerkan dengan harapan karya-karya tersebut tidak hanya menjadi pemenuhan tugas akhir.

“Ketika melihat anak-anak FSD mendapat penghargaan, karyanya juga hanya menjadi ‘pajangan’ di laptop, saya berpikir benda-benda ini harus keluar dan bisa berhubungan dengan industri,” jelas dosen pembimbing IMAGO Gideon Kamang.

Salah satu hal yang juga baru dari IMAGO 2018 ialah pemanfaatan QR Code. Ketika ingin memasuki lokasi pameran, pengunjung diminta untuk memindai QR Code yang tersedia untuk menulis daftar kehadiran. Begitu pula ketika hendak keluar, pengunjung kembali diminta memindai QR Code yang berbeda dan mengisi evaluasi pelaksanaan IMAGO.

Katalog berisi gambaran karya-karya tugas akhir mahasiswa FSD juga dihadirkan dalam bentuk QR Code. Beberapa karya seperti hasil film dan animasi akan muncul setelah pengunjung memindai kode.

Selain pameran, terdapat pula beberapa rangkaian kegiatan IMAGO 2018 lain yang terdiri atas seminar, screening, dan bedah karya pada 18-21 September 2018.

 

Penulis: Geofanni Nerissa Arviana

Editor:  Gilang Fajar Septian

Foto: Daniela Dinda