Dede Apriadi: Mereka Kira Bekerja di Media Itu Enak

Dede Apriadi ketika berbagi pengalamannya bekerja di NET TV, dalam seminar Compress 2016 bertajuk "Kesejahteraan Terbatas di Atas Kertas?", Selasa (26/4) lalu di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pada seminar Commpress 2016 yang bertajuk “Kesejahteraan Terbatas di Atas Kertas?” di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Selasa (26/4) lalu, Dede Apriadi selaku pemimpin redaksi NET TV memberi “peringatan” kepada mereka yang kelak ingin berkecimpung dalam dunia media, khususnya pertelevisian. Menurutnya, kondisi media pertelevisian tidak “segebyar” seperti yang terlihat di layar kaca.

“Mereka kira bekerja di media itu enak, padahal tidak seenak yang mereka bayangkan,” ujar Dede.

“Mereka berlomba-lomba masuk ke stasiun televisi karena dikira kerjanya enak. Di NET sendiri, kurang dari 6 bulan saja, sudah banyak karyawan baru yang hengkang,” jelas Dede. Ia juga memaparkan kondisi yang terjadi di NET TV. “Kemarin kita baru buka open recruitment. Kami menerima 150 orang. Di minggu pertama saja sudah 50 orang yang hengkang. Tinggal 100 yang tersisa. Prediksi saya, di kedepannya, hanya akan ada 75 orang yang bertahan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa di tempat ia bekerja, banyak sekali ia temui karyawan yang merupakan anak pejabat, jendral, juga menteri. “Memang, kebanyakan fresh graduate yang bekerja di NET tidak mencari uang. Sebaliknya, NET dijadikan sebagai tempat pembelajaran dan tempat menyalurkan hobi mereka,” ujar Dede.

Mengenai tingkat kesejahteraan wartawan, Dede menyetujui kesejahteraan tersebut belum maksimal, meski di NET TV, wartawan sudah mendapatkan upah yang bisa dikategorikan lebih baik daripada di media-media lainnya. Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh wartawan itu sendiri. “Wartawan tidak boleh menerima amplop. Kalau ketahuan sanksinya sudah pasti dipecat. Mungkin yang bisa dilakukan wartawan adalah menabung,” tutur Dede.

 

Penulis: Josephine Valencia
Editor: Alif Gusti Mahardika
Fotografer: Benedict Wiyanjaya