Ultimate Stunt Fighter, Berawal dari Seleksi Film

Jajaran anggota Ultimate Stunt Fighter saat pemutaran film di Living World, Jumat (26/2)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Komunitas Ultimate Stunt Fighter yang didirikan oleh mahasiswa Sinematografi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) angkatan 2009 Famisa Yusuf El Fajri pada 2013 silam rupanya berawal dari pengalamannya dalam mengikuti seleksi pemain film The Raid 2: Berandal. Ia menceritakan hal tersebut pada pemutaran film pendek karya Ultimate Stunt Fighter di Living World, Jumat (26/2).

“Ketika saya lolos seleksi dan mendapat pelatihan sebagai stunt fighter, saya berinisiatif membawa ilmu yang saya dapatkan ke kampus. Apalagi saat itu belum ada komunitas seperti ini,” ujarnya.

Awalnya, hanya ada tiga orang yang tertarik dengan idenya. Lama-lama, terbentuklah komunitas tersebut hingga beranggotakan sekitar 30 mahasiswa dari berbagai jurusan saat ini. Dalam proses pembuatan film, dibuka pula kesempatan bagi mahasiswa, khususnya Desain Komunikasi Visual (DKV) jurusan Sinematografi untuk bergabung sebagai kru film.

Adapun produk yang dihasilkan dari komunitas ini adalah film aksi yang menampilkan kebolehan anggota-anggotanya sebagai talent. Hingga saat ini, sudah ada enam film yang digarap oleh Ultimate Stunt Fighter. Empat di antaranya yakni Money Bag, Resurrection, Venatus, dan Furious Job ditampilkan pada pemutaran film di Living World.

Adapun Venatus yang mengangkat konsep game pertarungan ala Street Fighter, pernah tembus sebagai finalis dalam ajang Hellofest 2013.

“Rencananya kami akan mengumpulkan dana lagi untuk fasilitas film action kami agar lebih memadai, karena selama ini kami mendanai diri sendiri lewat patungan,” jelas Famisa mengenai rencana Ultimate Stunt Fighter selanjutnya.

Komunitas yang mengadakan pertemuan rutin dan latihan setiap hari Rabu dan Jumat ini terbuka untuk semua jurusan. Setiap tahunnya, Ultimate Stunt Fighter mengadakan proyek minimal satu film aksi sebagai ajang unjuk kebolehan anggota-anggotanya.

Penulis : Monica Devi Kristiadi

Editor : Alif Gusti Mahardika

Fotografer : Benedict Wiyanjaya