Upaya UMN Bentengi Diri dari Pandemi Corona

Surat Keputusan Rektorat Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengenai pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan perkuliahan secara online sehubungan dengan menyebarnya virus Corona yang rilis pada Kamis (12/03/2020). (ULTIMAGZ/Elisha Widirga)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi pada Rabu (11/03/20) karena virus ini telah menjangkiti lebih dari 100 negara. Atas penetapan tersebut, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) selaku institusi pendidikan dengan berbagai agenda, turut  merencanakan serta melaksanakan rangkaian tindakan untuk membentengi diri.

UMN Buat Benteng Pelindung Lingkungan Kampus

Sebelum COVID-19 merebak luas, UMN sudah mengambil ancang-ancang waspada terhadap virus ini. UMN meningkatkan kebersihan lingkungan dalam kampus, mulai dari menyediaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) hingga meningkatan kebersihan ruangan.

“Mahasiswa sudah disediakan hand sanitizer, semua ruangan itu intensitas kebersihannya harus ditingkatkan sama teman-teman cleaning service,” ujar pihak Marketing Communication UMN Endang Widyastuti.

Baca juga: UMN Kampanyekan Pencegahan Penyebaran Virus Corona

Selain itu, pihak rektorat mengatakan bahwa UMN juga telah memperketat kegiatan kampus yang berhubungan dengan kunjungan luar negeri. Hal tersebut tertera pada Surat Edaran No. 01/WRIII/03/2020 terkait Pencegahan Penyebaran Virus Corona, dengan poin pertama menyebutkan pembatalan kegiatan ke sejumlah negara, di antaranya Korea Selatan, Italia dan Malaysia.

“Khusus mahasiswa yang mengunjungi negara-negara tersebut (tertera di surat edaran), harus di rumah dulu selama 14 hari, kan inkubasinya 14 hari. Lomba ke luar negeri juga dibatalkan,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMN Ika Yanuarti.

“Karyawan dan dosen juga sudah tidak diperbolehkan melakukan kunjungan ke luar,” lanjut Ika.

Kunjungan kampus yang rutin dilakukan setiap tahun oleh beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) dari luar kota ke UMN pun diundur oleh pihak sekolah. Namun, pihak UMN mengatakan keputusan itu benar untuk dilakukan di situasi genting seperti ini.

Selain itu, mahasiswa yang sedang mengalami sakit dan menunjukkan gejala-gejala tertentu, diperkenankan untuk tidak masuk kuliah dengan mengajukan surat dokter. Syarat pemutihan absen hanya jika menjalankan rawat inap selama dua minggu pun dipangkas.

“Tinggal mengajukan surat dokter dari rumah sakit ke Student Support (SS), kalau diagnosanya pilek, batuk, panas, dan gangguan pernapasan itu langsung dapat pemutihan,” pungkas Ika.

Pun demikian, Wakil Rektorat bidang Administrasi Umum dan Keuangan Andrey Handoko juga menegaskan bahwa ada beberapa syarat dalam pemberian surat dokter. Selain surat dokter dari rumah sakit, Andrey mengatakan pihak SS akan mempertimbangkan surat dokter pribadi dengan beberapa ketentuan.

“Kemungkinan, mahasiswa membawa surat dokter bukan dari rumah sakit sehingga Student Service meminta bukti obat (bisa foto dan bukan BPJS) untuk melihat bahwa mahasiswa sakit dengan gejala tersebut,” jelas Andrey melalui surel kepada Ultimagz.

Bantuan E-Learning Dalam Pusaran Akademik

Pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) pun sedikit mengalami perubahan. UTS akan dilakukan secara daring melalui E-learning dan mahasiswa tidak perlu datang ke kampus. Kesiapan teknis juga sudah selesai dirundingkan, kegiatan UTS yang akan dimulai pada Senin (15/03/20) mendatang sudah pasti dilakukan secara daring.

“Ini sudah disepakati di kalangan rektorat dan disebarluaskan ke Kepala Program Studi (Kaprodi) semuanya, bahwa sudah online. Senin kita pasti pakai online,” terang Ika kembali.

Terkait  UTS daring, Andrey Andoko menjelaskan bahwa kampus telah mengantisipasi kemungkinan ini sejak pekan lalu. Para dosen sudah diminta untuk membuat soal ujian cadangan apabila UTS terpaksa dilaksanakan secara daring. Sistem pengumpulan UTS pun tak jauh beda dengan pengumpulan tugas pada umumnya.

“Sebenarnya ini bukan hal baru karena sudah sering digunakan dalam kuliah yang menggunakan e-learning untuk mengumpulkan tugas, yang berbeda adalah skalanya yang lebih besar,” ujar Andrey melalui surel. Untuk mengakomodasi hal ini, server e-learning pun disebut telah ditambah kapasitasnya.

UTS daring tentu bukanlah situasi yang ideal. Sistem ini membuka kemungkinan mahasiswa untuk berdiskusi selama mengerjakan ujian, atau bahkan mencontek. Namun, Andrey mengatakan universitas berusaha meminimalisir kemungkinan ini dengan mengimplementasikan format ujian yang berbeda. Soal-soal UTS yang diujikan akan berbentuk esai dan uraian yang menuntut analisis.

” Tidak terhindarkan mahasiswa akan saling berdiskusi tetapi hasil akhirnya mestinya berbeda. Bila copy paste akan ketahuan,” tambahnya.

Ika juga berharap bahwa momen UTS daring ini tidak disalahgunakan oleh mahasiswa. Dia mengimbau mahasiswa untuk tetap berada di rumah dan menjaga kesehatan.

Kemudian, jika merujuk pada tugas yang mengharuskan liputan di sekitar kampus dan tempat lain, Ika menyarankan untuk untuk mengenakan perlengkapan pencegah dan tetap waspada saat menumpang kendaraan umum yang ramai.

“UTS take home jangan dipakai buat nongkrong dan ke mall. Namun, kalau untuk liputan di kampus masih mungkin, asal memakai masker dan hand sanitizer, apalagi kalau naik kendaraan umum, pakai masker,” ujar Ika.

Langkah yang akan dilakukan setelah UTS selesai pun telah diputuskan. Kegiatan perkuliahan akan dilakukan secara daring, kecuali terpaksa. Menurut Andrey, kelas daring bukanlah merupakan sesuatu yang baru. Dia juga menjelaskan bagaimana sistem kelas itu akan bekerja.

“Kelas daring adalah online sinkron. Seperti kelas tatap muka biasa tetapi dilakukan secara online. Hal ini juga sudah sering dilakukan,” katanya.

Beberapa dosen pengampu mata kuliah dari berbagai jurusan memang sudah pernah melakukan perkuliahan daring sebelumnya. Karena situasi darurat ini, semua dosen pada akhirnya harus mengerti cara menggelar kelas daring.

“Sebagian dosen sudah pernah melakukan. Untuk dosen yang belum pernah, minggu depan diberikan pelatihan. Selain itu, staf Biro Pengembangan Pembelajaran dan Departemen TI akan mendampingi,” ujar Andrey.

Perihal seluk-beluk absen yang sering dikhawatirkan beberapa mahasiswa, Andrey juga menjelaskan bahwa selama mahasiswa ‘masuk kelas’ menggunakan sistem e-learning maka absen mahasiswa akan terisi.

“Mahasiswa dianggap masuk bila login dan join kelas di sistem e-learning. Metode seperti ini kemungkinan tidak akan terjadi salah absen,” jelasnya.

 

Desas-desus Sesat Korban Corona di UMN dan Imbauan Rektorat

Selain soal UTS dan perkuliahan daring, pihak UMN juga mengklarifikasi informasi simpang-siur di kalangan mahasiswa tentang adanya suspect COVID-19 di UMN. Ika menegaskan bahwa hal itu hanya isu yang tidak benar. Tak lupa, ia kembali mengimbau mahasiswa untuk hidup sehat.

“Tidak benar informasi itu, kita sangat ketat untuk keluar-masuk UMN, mulai dari mahasiswa, karyawan, dan dosen. Kita melindungi seluruh UMN, tapi mahasiswanya juga jangan lupa menjaga diri sendiri,” tutup Ika.

 

Penulis: Andrei Wilmar, Charlenne Kayla Roeslie, Louis Brighton

Editor: Abel Pramudya, Andi Annisa Ivana Putri, Agatha Lintang

Foto: Elisha Widirga