Seminar COMMPRESS 2020 Bahas Penggunaan Clickbait di Media

Commpress 2020
Seminar Clickbait: Tipuan atau Taktik Media adalah seminar yang diselenggarakan oleh panitia COMMPRESS 2020 dengan mengundang Ardyan M. Erlangga, Joni Aswira, Wisnu Nugroho, Domu Ambarita (kiri ke kanan) di Lecture Hall Gedung C UMN pada Rabu sore (05/02/2020). (ULTIMAGZ/Caroline Saskia)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Mengacu pada populernya istilah clickbait akhir-akhir ini, COMMPRESS 2020 menyelenggarakan seminar berjudul Clickbait: Tipuan atau Taktik Bermedia pada Rabu (05/02/20). Berlangsung di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara, seminar ini mengupas clickbait dari sudut pandang narasumber yang sudah berpengalaman di dunia media.

Managing Editor VICE Ardyan M. Erlangga, sebagai salah satu narasumber yang hadir dalam seminar tersebut mengatakan, clickbait adalah konsekuensi logis dari industri media yang sedang dalam proses transisi. Media lama tidak lagi cukup, maka dari itu internet sebagai media baru kini memiliki peran penting.

“Di zaman ini, audiens akan mencari informasi dengan sendirinya di situs pencarian. Oleh karena itu, media perlu menggunakan kata kunci tertentu agar lebih mudah dicari khalayak. Judul pun harus lebih ‘langsung’ supaya mudah dimengerti dan tidak tenggelam dari berita-berita lainnya,” ungkap Ardyan.

Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho mengungkapkan clickbait hanya akan membuat para pembaca kecewa. Padahal susah untuk membangun kembali tingkat kepercayaan pembaca.

“Kita tahu soal itu (clickbait), tetapi kami tidak gunakan itu untuk mencari perhatian,” ungkapnya.

Wisnu Nugroho, Pemimpin Redaksi Kompas.com, menyatakan bahwa penulisan judul dalam berita adalah janji penulis kepada pembaca yang harus ditepati. Jadi, pemilihan diksi harus diperhatikan dan memperhatikan keywords. (ULTIMAGZ/Caroline Saskia)

Sementara itu, GM Content Tribun Network Domu Ambarita mengatakan bahwa judul yang masuk ke dalam kategori pembahasan seminar ini  bukanlah sesuatu yang negatif, melainkan menguntungkan bagi para jurnalis.

“Media-media lain biasanya menunjukkan judul yang penting dulu. Kalau kita judul yang menarik dulu,” ujar Domu. Menurutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa semakin banyak klik akan berguna bagi sisi bisnis industri media.

Menanggapi persoalan tersebut, advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Joni Aswira menyetujui pernyataan soal kompetitor media yang kini dikuasai oleh situs-situs media sosial. Namun menurutnya, hal itu bukan alasan bagi jurnalis untuk membuat judul yang menipu pembaca.

 

Penulis: Nadia Indrawinata

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: Caroline Saskia