Eventnesia 2018 Kenalkan Sport Tourism pada Masyarakat

Para pembicara dalam gelaran talkshow Eventnesia 2018. (Dari kiri ke kanan) Ketua Harian Indonesia e-sport Association William Tjahyadi, Wakil Ketua Tim Percepatan Pariwisata Olahraga Kemenpora Aranyaka D. Axioma, Staf Ahli Bidang Politik Kemenpora Yuni Poerwati, dan Ketua Panitia Asian Games Erick Thohir . Talkshow yang mengangkat topik Sport Tourism ini bertempat di Prasetiya Mulya pada Jumat(23/02/18).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) kembali menghadirkan acara tahunan Eventnesia. Di tahun keduanya ini, acara yang diselenggarakan oleh program studi s1 Event Prasmul tersebut mengusung tema olahraga.

Acara dilangsungkan pada Jumat (23/02/18) di Gedung Prasetiya Mulya Business School (PMBS), BSD. Narasumber yang diundang antara lain Staf Ahli bidang Politik Kementerian Pemuda dan Olahraga Yuni Poerwanti, Wakil Ketua Tim Percepatan Wisata Olahraga Kementerian Pariwisata Aranyaka D. Axioma, Ketua Harian Indonesia e-sport Association William Tjahyadi, dan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games Erick Thohir.

Irman Jaya Wardhana selaku moderator talkshow menyebutkan, Eventnesia mengangkat tema sport tourism karena sudah mulai banyak perhatian dari tiap daerah atau pelaku industri yang membawa tema ini. Salah satu contohnya seperti Tour Danau Singkarak, Jakarta Marathon, dan puncaknya Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Kesempatan ini dianggap sebagai momen yang tepat untuk menyelenggarakan kegiatan bertema olahraga.

Target peserta dari acara ini adalah akademisi sesama universitas yang memiliki jurusan pariwisata, anak-anak SMA yang memiliki minat dalam bidang sport tourism, pelaku industri, dan komunitas. Tak ketinggalan juga masyarakat generasi atas yang belum mengerti bahwa masa depan Indonesia terletak pada sektor ini.

Dalam talkshow, Yuni Poerwanti berbagi informasi terkait minat masyarakat terhadap olahraga. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2012, hanya 24,96% dari jumlah penduduk Indonesia usia sepuluh tahun ke atas yang menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.

“Di tahun 2019 angkanya harus menjadi 35% dengan cara pemerintah mendorong aktivitas dalam bentuk promosi untuk menggelar olahraga karena sebagai tuntutan pembangunan jangka menengah nasional,” ujarnya. ““Sebagai contoh melalui program Gelora (Gerakan Keluarga Berolahraga Ceria) yang diselenggarakan pemerintah, karena bangsa yang baik tidak meninggalkan olahraga sebagai bentuk dari pembangunan karakter.”

Senada dengan Yuni, Erick mengatakan banyak perubahan yang harus dilakukan oleh Indonesia dalam bidang olahraga.

“Kita harus melakukan investasi dan melakukan perubahan global. Dengan adanya market maka ekonomi dapat berkembang dan mampu menaikkan GDP,” jawab Erick saat ditanya mengenai sport tourism.

Yuni juga berharap regulasi yang dibuat oleh pemerintah sebagai leading sector harus diimplementasikan. Pemerintah perlu aktif mengajak masyarakat Indonesia untuk berolahraga sehingga olahraga bisa menjadi suatu kebiasaan.

Selain menggelar talkshow, di tahun keduanya Eventnesia juga menampilkan pertunjukan dance, parkour, freestyle soccer, dan freestyle basketball yang ditampilkan oleh komunitas di sekitar Tangerang.

Penulis : Agatha Lintang

Editor : Hilel Hodawya

Foto : Ergian Pinandita