“Hello Salma”: Antara Keluarga, Masa Depan, dan Nathan

hello salma
Salah satu adegan dalam film "Hello Salma". (Foto: kompasiana.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Kisah cinta karakter fiksi Nathan dan Salma yang telah sukses difilmkan pada Maret 2017 kembali hadir di layar lebar pada Oktober 2018 lalu dengan sekuelnya, “Hello Salma”. Dengan konflik yang lebih kompleks, dihadirkan kisah yang bukan saja membahas soal percintaan, tetapi juga beberapa problematika remaja seperti hubungan keluarga dan pendidikan.

Film produksi Rapi Films ini kembali diperankan oleh Amanda Rawles dan Jefri Nichol dengan tambahan beberapa wajah baru, seperti Devano Danendra dan Susan Sameh. Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Erisca Febriani yang dipublikasi pada tahun yang sama.

Berdurasi 101 menit, alur cerita sudah memainkan emosi penonton sejak film dimulai. Perkelahian Nathan (Jefri Nichol) dengan seorang siswa lain yang mengejek Salma (Amanda Rawles) di kantin sekolah membawa Nathan pada keputusan untuk keluar dari SMA Garuda. Hal ini berujung pada putusnya hubungan Nathan dengan Salma akibat kesalahpahaman antar keduanya. 

Hadirnya pihak ketiga dan keempat di tengah-tengah putusnya hubungan Nathan dan Salma menambah keseruan film. Kesalahpahaman terjadi antara hubungan Nathan dengan Rebecca (Susan Sameh), siswi di sekolah barunya, dan hubungan Salma dengan Ridho (Devano Danendra), teman masa lalu Salma. 

Bila film pertama lebih menceritakan masa lalu Nathan, sekuel ini lebih fokus pada masalah yang dirasakan Salma soal masa depannya. Terlepas dari masalah perasaan pribadi Nathan dan Salma, konflik berlanjut dengan kepulangan ayah Salma (Gito Gilas) selepas bertugas di Kanada. Tekanan yang dilimpahkannya kepada Salma sampai ketidaksetujuannya atas hubungan Salma dengan Nathan membuat dilema dalam benak Salma menjadi tak terhindarkan. Salma dihadapkan pada pilihan: Nathan atau ayahnya?

Film ini juga memperlihatkan kehidupan dari sudut pandang baru, yakni dari sisi lain remaja yang mengalami depresi. Hal yang dianggap tabu dan kurang disadari ini dikemas menjadi bagian dari gambaran kisah remaja masa kini. 

Dengan kekompleksan alur cerita, film terasa berjalan terlalu cepat dan kurang masuk akal dikarenakan kurangnya penjelasan yang bisa disaksikan para penonton. Namun, chemistry yang terjalin dengan baik antara kedua pemeran utama mampu membawa penonton menikmati film sampai pada akhirnya. 

“Hello Salma” diberi skor 8,1 oleh IMDb dan kini bisa Ultimates saksikan melalui HOOQ dan platform streaming daring lainnya.

 

Penulis: Maria Helen Oktavia

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: kompasiana.com

Sumber: imdb.com