Lima Lomba 17 Agustus yang Membuat Nostalgia

(Kemdikbud.go.id)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Hari kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus selalu dihiasi dengan lomba-lomba. Begitu banyak lomba menarik yang membuat kita kembali teringat pada masa kecil.

Hari ini (17/08/19), Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke 74. Anak-anak hingga orangtua sibuk mengadakan dan mengikuti lomba ‘tujuhbelasan’. Berikut ini merupakan lomba-lomba yang membuat kita nostalgia akan masa kecil:

  1. Balap Karung
Beberapa orang dewasa mengikuti lomba balap karung (foto: pasberita.com)

Setiap perayaan 17 Agustus, balap karung selalu masuk ke dalam daftar yang wajib ada. Lomba ini mengharuskan pesertanya memasukkan kaki ke dalam karung dan bersaing untuk sampai pada garis akhir. Melihat peserta terjatuh, menjadi hiburan tersendiri bagi para penonton. 

 

  1. Membawa Kelereng Dengan Sendok
Anak-anak berlomba membawa kelereng dengan sendok (foto: kumparan.com)

Satu permainan yang tidak kalah serunya dengan balap karung, yaitu lomba membawa kelereng. Membawa kelereng dengan menggunakan sendok bukanlah hal yang mudah. Peserta tidak boleh menggunakan tangan, melainkan mulut untuk ‘memegang’ sendok dengan kelereng di atasnya. Perlu keseimbangan dan kecepatan agar dapat mencapai garis akhir tanpa menjatuhkan kelerengnya. Peserta yang menang adalah dia yang berhasil mengumpulkan kelereng terbanyak. Terkadang tantangan peserta ditambah dengan harus berputar balik untuk menang, sehingga membuat lomba ini semakin sulit.

 

  1. Makan Kerupuk
Beberapa anak mengikuti lomba makan kerupuk (Foto: beritagar.id)

Siapa yang belum pernah lomba makan kerupuk? Lomba ini termasuk sulit, karena kerupuk keriting berwarna putih ini digantung pada tali rafia. Peserta yang ingin menang, harus menghabiskan kerupuk tersebut tanpa bantuan tangan. Kedua tangan biasanya harus dibelakang untuk menghindari kecurangan.

 

  1. Balap Bakiak
Siswa di sekolah yang mengikuti perlombaan balap bakiak (Foto: pingpoint.co.id)

Kalau ada balap karung, biasanya ada pula balap bakiak. Bedanya, balap bakiak memerlukan kerjasama tim untuk menang. Satu tim berisikan 3 hingga 5 orang dan mereka harus berjalan secara bersamaan agar tidak terjatuh. Permainan ini membutuhkan kekompakan antar pemain.

 

  1. Tarik Tambang
Ibu-ibu yang mengikuti lomba tarik tambang (Foto: matanga.com)

Waktunya untuk adu kekuatan. Tarik tambang memerlukan kekuatan antar tim. Siapa kuat, mereka lah yang menang. Permainan ini biasanya berisi 5 hingga 8 orang, garis tengah pada tali tambang yang menjadi penentu siapakah yang menang.

Itu dia lima lomba ‘tujuhbelasan’ yang membuat kita mengenang masa kecil. Perlombaan yang sudah sulit kita rayakan saat memasuki kehidupan kuliah. Bagaimana tujuhbelasanmu tahun ini?

 

Penulis: Maytiska Omar

Editor: Anindya Wahyu Paramita

Foto: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Sumber: kumparan.com, pasberita.com, beritagar.id