SERPONG, ULTIMAGZ.com — Salah satu gejala Covid-19 adalah hilangnya kemampuan indra penciuman. Hal ini disebut pula sebagai anosmia. Nyatanya, setelah penderita dinyatakan sembuh, tak menutup kemungkinan anosmia berubah menjadi parosmia.
Melansir halodoc.com, parosmia merupakan gangguan indra penciuman ditandai dengan kehilangan intensitas aroma. Hal ini memungkinkan penderitanya dapat mendeteksi bau atau aroma tetapi salah dalam mempersepsikannya.
Baca juga ““Long COVID”: Pulih, Tapi Bukan Akhir”
Dilansir bbcnews.com, Kate McHenry, salah satu mantan pasien Covid-19 mengalami kejadian tak mengenakan akibat adanya distorsi penciuman. Ia mengaku bahwa berbagai makanan, seperti daging dan anggur memiliki aroma tak sedap.
“Saya suka makanan enak, pergi ke restoran, minum-minum dengan teman-teman, tetapi sekarang semua itu sudah hilang. Daging rasanya seperti bensin dan anggur Prosecco rasanya seperti apel busuk. Jika pasangan saya, Craig, makan kari, saya merasa baunya sangat tak enak. Bahkan saya merasa baunya keluar dari pori-porinya, jadi, saya berjuang kalau berada di dekatnya,” ungkap Kate melalui artikel yang dilansir oleh BBC News pada Senin (31/08/20).
Menurut Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala Leher (THT-KL) Anton Sony Wibowo, parosmia adalah bagian disosmia, gangguan indra penciuman yang dapat terjadi karena infeksi saluran pernapasan atas, cedera kepala, atau tumor otak. Kini distorsi penciuman turut dialami oleh pasien Covid-19 akibat virus yang memengaruhi jalur proses penciuman manusia. Hal ini Anton sampaikan melalui kanal YouTube CNN Indonesia pada Selasa (26/01/21).
“Jadi, parosmia ini sebenarnya adalah gangguan yang bisa terjadi pada semua pathway. Pathway artinya jalan yang akan dilalui oleh zat itu bisa dipersepsikan seseorang. Seseorang bisa membau itu dimulai dari menghirup zat yang sifatnya volatil atau dapat masuk ke saluran pernapasan. Lalu, zat tersebut akan larut dalam cairan di dalam hidung dan akan diubah menjadi persepsi persarafan atau persepsi listrik di nervus pertama. Setelah itu, akan dibawa ke otak untuk dipersepsikan,” ujar Anton.
Parosmia dapat mereda dalam hitungan minggu, bulan, tahun, bahkan ada pula yang bersifat permanen. Meskipun demikian, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk kembali memulihkan indra penciuman dan perasa secara lebih cepat, yakni sebagai berikut.
- Latihan penciuman

Pada dasarnya, fungsi utama dari latihan penciuman adalah untuk kembali mengaktifkan saraf-saraf penciuman. Hal ini dapat dilakukan dengan mengandalkan ingatan tentang aroma tertentu. Media penghasil aroma yang dapat digunakan terbilang mudah, yaitu lemon, mawar, cengkih, dan kayu putih.
Caranya adalah dengan menghirup masing-masing aroma selama 15-20 detik. Ketika menghirup, diharuskan untuk mengingat serta membayangkan bau yang dihasilkan oleh media. Hal ini dapat dilakukan dalam 2-3 kali sehari dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan.
- Cuci hidung

Melansir cnnindonesia.com, mencuci hidung dilakukan agar saraf olfaktori, bagian saluran dari indra penciuman, dapat terhidrasi dengan baik sehingga saraf dapat bekerja optimal dalam membaui. Tak hanya itu, hal ini dapat berguna untuk membersihkan rongga hidung agar tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya.
Cuci hidung dapat dilakukan dengan memasukkan cairan NaCL (larutan garam) melalui salah satu lubang hidung. Lalu, biarkan cairan masuk hingga ke nasofaring dan keluar melalui lubang hidung sisi lainnya.
Baca juga “4 Makanan yang Baik untuk Tubuh Setelah Vaksin COVID-19”
Jika parosmia tak kunjung membaik, disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bagi Ultimates yang merasakan hal ini, sebaiknya tidak asal membeli obat apabila tidak berdasarkan rekomendasi dokter.
Penulis: Graciella Olivia Widjaja
Editor: Jessica Elisabeth Gunawan
Foto: kompas.com, sajiansedap.id, halodoc.com
Sumber: bbcnews.com, kompas.com, halodoc.com, alodokter.com, YouTube/CNN Indonesia, YouTube/Bethsaida Hospital, cnnindonesia.com
Hello, Neat post. There’s a problem along with your website in web explorer, would check thisK IE still is the market chief and a big portion of folks will pass over your excellent writing because of this problem.
Hello, i read your blog occasionally and i own a similar one and i was just curious if you get a lot of spam feedback? If so how do you prevent it, any plugin or anything you can suggest? I get so much lately it’s driving me insane so any assistance is very much appreciated.
I have learn some just right stuff here. Certainly value bookmarking for revisiting. I surprise how much attempt you put to make this kind of great informative web site.
I’d have to verify with you here. Which isn’t something I usually do! I enjoy studying a put up that will make individuals think. Also, thanks for permitting me to comment!
It’s actually a nice and useful piece of info. I am glad that you simply shared this useful info with us. Please stay us up to date like this. Thank you for sharing.
Hi there this is kinda of off topic but I was wanting to know if blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding skills so I wanted to get advice from someone with experience. Any help would be enormously appreciated!