Pengguna Dapat Laporkan Kemacetan Lalu Lintas Lewat Google Maps

Aplikasi Google Maps. (Foto: Yahoo News)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Google meluncurkan fitur baru yang memungkinkan penggunanya untuk melaporkan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas melalui aplikasi navigasinya, Google Maps. Kedua fitur tersebut diadopsi Google dari aplikasi Waze.

Dilansir dari kompas.com, Senin (08/04/19), fitur melaporkan kemacetan sudah dapat digunakan di Google Maps versi Android mulai minggu ini. Sementara untuk pengguna iOS, belum diketahui kapan fitur ini mulai dioperasikan.

Dengan fitur baru ini, pengguna dapat memberi laporan bila menemukan kecelakaan lalu lintas maupun saat terjebak dalam kemacetan. Fitur melaporkan dapat diakses melalui tombol khusus dalam menu di aplikasi Google Maps. Laporan yang diberikan pengguna nantinya akan menjadi informasi tambahan bagi Google Maps untuk merekomendasikan rute baru yang relatif lebih lancar.

Tampilan dua fitur tambahan dalam kolom menu aplikasi navigasi Google Maps. (ULTIMAGZ/ Anindya Wahyu Paramita)

Sebelumnya, tampilan Google Maps sudah dilengkapi dengan prediksi kemacetan di jalan raya yang dibedakan berdasarkan warna. Namun, fitur tersebut hanya mengakumulasikan data ponsel penggunanya untuk menampilkan kepadatan lalu lintas. 

Fitur ini memiliki kekurangan, di mana data prediksi kemacetan sering kali tidak akurat. Sebagai contoh, terdapat indikasi warna merah di titik perempatan dengan lampu merah. Padahal tidak terdapat kemacetan seperti yang ditunjukkan oleh Google Maps. Melalui fitur barunya, diharapkan Google Maps dapat memberikan tampilan yang lebih realistis tentang kondisi lalu lintas di suatu wilayah.

Meski demikian, fitur melaporkan langsung kondisi jalan raya bukan hal baru bagi pengguna aplikasi navigasi Waze. Berbeda dengan Google Maps yang baru merilis fitur melaporkan, navigasi Waze telah dilengkapi dengan fitur tersebut sejak awal. Pengguna dapat saling membagikan laporan lalu lintas, mulai dari kemacetan, kecelakaan, hingga keberadaan polisi.

Waze resmi diakuisisi atau dibeli oleh Google sejak 2013 lalu dengan nilai USD 1 miliar atau setara dengan Rp 10,2 triliun. Diprediksi, Google Maps akan terus mengembangkan fitur-fiturnya agar menyamai aplikasi Waze.

 

Penulis: Anindya Wahyu Paramita

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Ilustrasi: Yahoo News

Sumber: Kompas.com, Detik.com, BGR News