Setelah 13 Tahun, Spotify Akhirnya Mendapat Untung

(Foto: Bilboard.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Berdiri sejak 2006, Spotify yang telah menjadi layanan musik streaming terbesar ini baru meraup keuntungan. Perusahaan asal Swedia tersebut berhasil mendapat 94 juta euro atau setara dengan 1,5 triliun rupiah. Hal ini merupakan pencapaian terbesar didapat oleh Spotify.

Jumlah pengguna aplikasi yang telah tersebar di 79 negara ini mengalami peningkatan sebesar 30%. Saat ini, pengguna Spotify telah mencapai total 207 juta pengguna aktif dan 96 juta dari total pengguna aktif tersebut merupakan pelanggan premium yang harus membayar setiap bulannya. Spotify meraup keuntungan dari jumlah pelanggan premium yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah pelanggannya pun merupakan dua kali lipat dari pengguna Apple Music.

Pada tahun sebelumnya di periode yang sama, Spotify mengalami kerugian sebesar 87 juta euro atau setara dengan 1,38 triliun rupiah. Pihak Spotify mengungkapkan salah satu penyebab keuntungan yang berhasil diraih ini berkat keputusan untuk melakukan ekspansi di bulan November 2018 ke 13 negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Meski dinyatakan untung, Spotify diprediksi akan kembali mengalami kerugian pada tahun ini. Hal ini dikarenakan terkait oleh akuisisi Spotify pada dua pemain besar dalam bidang podcast, Gimlet Media dan Anchor. Untuk melakukan akuisisi tersebut, Spotify dilaporkan telah menghabiskan 400-500 juta dolar AS.

Akuisisi tersebut dilakukan dengan harapan Spotify tidak hanya menyediakan layanan musik, melainkan layanan podcast juga. Spotify mengklaim bahwa pendengar podcast Spotify memiliki banyak peminat dibandingkan layanan podcast lainnya, seperti Stitcher dan Apple Podcast. Oleh karena itu, ini bisa menjadi strategi Spotify untuk semakin untung dengan menambah kembali jumlah pelanggan.

“Rencana ini fokusnya memperluas misi kami yang tadinya hanya tentang musik saja, menjadi segala macam konten berbentuk audio, serta menjadi platform audio paling terdepan di dunia,” ujar CEO Spotify Daniel Ek, dikutip dari CNBC.com.

Penulis: Adrianus Dwi Octaviano

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Billboard.com

Sumber: Kompas.com, Medcom.id, Uzone.id, Liputan6.com, CNBC.com