5 Langkah Memulai Diet Plastik

(Ilustrasi: Republika.com)
Share:

SERPONG, ULTIMGAZ.com –  Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau warga untuk mulai membiasakan diri menggunakan kantong ramah lingkungan. Hal ini disampaikannya dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Pasar Minggu, Jakarta, pada Senin (25/02/19).

Tak dipungkiri, sampah plastik menjadi masalah serius bagi kelestarian lingkungan saat ini. Dilansir dari bbc.com, konsumsi plastik untuk belanja mencapai 5,2 hingga 6,5 ton per hari di Jakarta. Jumlah ini setara dengan 1% dari total sampah plastik per harinya yang mencapai 978 ton.  

Dampak negatif dari timbunan sampah plastik dapat dihindarkan dengan menerapkan gaya hidup baru, yaitu diet plastik. Berikut lima langkah memulai diet plastik yang bisa Ultimates lakukan:

  1. Membawa Kantong Belanja Sendiri

Jika Ibukota Jakarta masih merencanakan aturan pembatasan penggunaan kantung plastik, sejumlah kota di indonesia, seperti Denpasar, Balikpapan, dan Bogor sudah lebih dulu menerapkan peraturan ini. Pemerintah kota-kota tersebut melarang toko dan pusat perbelanjaan menggunakan kantong plastik untuk barang belanja pengunjung. Sebagai gantinya, pegunjung yang ingin menggunakan kantong plastik akan dikenakan biaya. Hal ini menjadi langkah awal pemerintah untuk mengurangi konsumsi plastik warga. Konsep plastik berbayar ini sebenarnya pernah diterapkan di wilayah Jabodetabek awal 2017 lalu. Meskipun belum pemerintah belum menerapkan kembali aturan tersebut, tidak ada salahnya jika kita mulai mengganti kantong plastik dengan kantong berbahan dasar kain.

  1. Gunakan Sedotan Stainless Steel

Selain kantong plastik, sedotan juga menjadi barang yang akrab dikonsumsi warga. Untuk menyiasatinya, beranikan untuk menolak sedotan plastik yang diberikan penjual. Kita bisa membiasakan diri untuk minum langsung dari gelas atau mengganti sedotan plastik dengan sedotan reusable yang umumnya berbahan stainless.

Baca juga: Empat Kelebihan Sedotan “Stainless Steel”

  1. Membawa Botol Minum/Tumbler

Tak hanya mengurangi sampah botol palstik, membawa botol air minum dari rumah juga bisa mengehemat pengeluaran untuk membeli air minum dalam kemasan. Di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), gerakan menggunakan tumbler sudah mulai digaungkan sejak akhir tahun 2017 lalu. Berkaitan dengan hal tersebut, UMN menyiapkan galon air mineral dengan bayaran sukarela yang bisa digunakan seluruh mahasiswa UMN.

Baca juga:  Warkop UMN Kembali dengan Konsep Kejujuran

  1. Menyikapkan Kotak Bekal

Ultimates tidak harus menyiapkan bekal makan makan dari rumah, namun kotak makan yang dibawa dapat digunakan sebagai pengganti kemasan plastik saat membeli makanan di luar. Jika perlu, Ultimates juga bisa menyiapkan peralatan makan sendiri.

  1. Membuat Daftar Belanja

Diet plastik juga bisa dilakukan dari hal sederhana seperti membuat rencana belanja. Merencanakan apa yang ingin dibeli membuat kita mampu memperkirakan tempat yang perlu dibawa untuk berbelanja, entah itu tas belanja atau tempat bekal. Konsep ini dikenal dengan istilah reduce, yaitu menghindari kegiatan belanja berlebih, sehingga tidak ada barang yang terbuang percuma.

Penulis: Anindya Wahyu Paramita

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Ilustrasi: Republika.com

Sumber: Kompas.com, Idntimes, BBC.com, Brilio. net