Satria Muda Abadikan Jersey Christian Ronaldo Sitepu

Setelah 12 musim berlalu, kini Satria Muda mengapresiasi kerja keras Christian Ronaldo Sitepu (Dodo). "Tribute to Dodo" digelar sebelum dimulainya babak pertama Final IBL di BritAma Arena, Jakarta, Kamis (21/03/19). (ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Sebelum memulai laga final babak pertama Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2018/2019, Kamis (21/03/19), tim Satria Muda (SM) Pertamina secara resmi menggantungkan jersey Christian Ronaldo (Dodo) Sitepu. Dodo merupakan eks pemain SM yang resmi gantung sepatu usai musim lalu. Bertajuk Tribute to Dodo, acara ini spesial lantaran tak semua pemain pensiunan mendapat apresiasi serupa.

Seremoni ini didedikasikan untuk Dodo atas jasanya membela SM selama 12 tahun. Semasa kariernya, eks big man SM tersebut tak pernah membela tim lain. Umumnya, pemain yang menerima penghargaan serupa ialah pemain yang secara konsisten membela satu tim sepanjang kariernya di dunia profesional bola oranye Indonesia.

Sejak merintis karier pada 2006, Dodo berhasil membawa SM menjuarai IBL sebanyak lima kali di tahun 2006-2009, termasuk menutup musim terakhirnya dengan kejuaraan atas Pelita Jaya di tahun 2018 lalu. Selain itu, ia juga pernah mendapatkan tiga gelar pada era National Basketball League (NBL) Indonesia, yakni pada 2010/2011, 2011/2012 dan 2014/2015.

Seremoni ini dibuka dengan dipadamkannya seluruh lampu di area BritAma Arena, kemudian muncul sebuah tayangan yang membuat penonton kembali merasakan kejayaan Dodo. Seketika itu, lampu pun menyorot jersey bernomor 15 bertulisan nama “C. Ronaldo Sitepu” yang resmi digantung di langit-langit BritAma Arena.

Jersey bernomor 15 bertulisan nama Dodo dikibarkan di langit-langit BritAma Arena dan kini bersanding dengan legendaris Satria Muda lainnya. (ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)

 

Kemudian, Dodo muncul di sisi lapangan, diikuti dengan lampu yang terus menyoroti dan suara penonton yang menyerukan kedatangan Dodo. Tak hanya itu, ia juga disambut hangat oleh staf pelatih dan para pemain SM lainnya. Dodo pun membalas sambutan hangat dengan memeluk mereka satu persatu dan menuju ke tengah lapangan menyampaikan rasa kegembiraannya dalam seremoni ini.

Dalam seremoni itu, Dodo mengucapkan rasa syukurnya kepada Tuhan atas kinerja keras yang sudah dia berikan, baik dalam SM sendiri maupun untuk basket indonesia.

“Saya bersyukur pada Tuhan karena memberikan kesempatan ini buat saya sehingga bisa mengembangkan potensi di basket dan yang terpenting adalah saya bisa berkontribusi untuk Indonesia lewat basket,” ujar mantan center SM tersebut.

Di akhir seremoni, Dodo bersorak meminta dukungan penuh serta doa untuk SM dan juga basket Indonesia demi kemajuan olahraga basket Indonesia.

“Para fans SM Fanatics (sebutan untuk penggemar SM), terima kasih banyak! Terima kasih atas cintanya, semangatnya, seru-seruannya yang selalu terngiang-ngiang. Akhir kata, mohon doanya agar saya bisa terus berkontribusi untuk basket Indonesia. Maju basket Indonesia!” seru Dodo kepada penonton.

Meskipun tak berstatus sebagai pemain lagi, Dodo ingin tetap berkiprah di dunia basket Tanah Air. Saat ini, Dodo tengah meniti langkahnya untuk menjadi asisten pelatih Tim Kalila Indonesia Warriors yang akan tampil di kejuaraan basket internasional (FIBA) 2023 mendatang.

 

Penulis: Felisitasya Manukbua

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Felisitasya Manukbua