“Getting Over Garrett Delaney” Angkat Cerita Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Getting Over Garrett Delaney (ULTIMAGZ/Wiena Vedasari)
Potret novel “Getting Over Garrett Delaney”. (ULTIMAGZ/Wiena Vedasari)
Share:

When you look in the mirror, what do you want to see: yet another reminder of your hopeless attempt to be the girl of his dreams, or you? The answer should always be you.” ― Abby McDonald, “Getting Over Garrett Delaney”

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – “Getting Over Garret Delaney” adalah buku fiksi remaja bergenre komedi romantis karya Abby McDonald. Novel ini mengangkat kisah Sadie Elisabeth Allen, remaja perempuan yang mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan dengan sahabatnya, Garrett Delaney.

Sadie telah menghabiskan dua tahun hidupnya untuk mempercayai Garrett sebagai belahan jiwanya. Rasa cinta yang besar kepada Garrett membuat Sadie harus berpura-pura menjadi teman terbaik Garrett. Ia pun ingin mengikuti kemah literasi bersama Garrett untuk menghabiskan waktu musim panasnya. Namun, Sadie tidak diterima untuk mengikuti kemah literasi tersebut.

Ketika Garrett usai mengikuti kemah, Garrett bercerita kepada Sadie kalau ia menyukai seorang perempuan saat mengikuti kemah musim panas. Dengan hubungan yang sebatas sahabat, Sadie pun harus memakan semua rasa sakit hati saat Garrett berpacaran dengan orang lain.

Namun siapa sangka, dengan ditolaknya Sadie untuk mengikuti kemah, ia jadi semakin menyadari apa yang ia rasakan dan juga menemukan cinta baru. Menandakan kalau terkadang jarak memang harus ada. Dari sanalah Sadie mencapai titik balik kehidupannya dan memutuskan untuk melupakan rasa cintanya pada Garrett.

Konflik tentang cinta bertepuk sebelah tangan bukanlah hal yang baru dan sangat erat hubungan dengan remaja. Cinta bertepuk sebelah tangan seakan menjadi ‘anthem’ dalam percintaan remaja. Maka dari itu, cerita ini memiliki kolerasi dengan remaja-remaja yang sedang mengalami hal yang sama.

Kisah Sadie mampu memberikan gambaran tentang bagaimana pentingnya untuk berkomitmen kepada diri sendiri. Meskipun kadang cinta membuat seseorang mampu untuk merelakan segalanya. Sadie juga menggambarkan tentang bagaimana kekuatan memercayai diri sendiri dapat membuat ia lepas dari hubungan toxic dengan Garrett. Hubungan toxic ini tergambar dari Sadie yang perlahan kehilangan dirinya demi menjadi wanita idaman Garrett.

(Baca juga: Mengenal Toxic Relationship dalam Relasi Pacaran)

Dari segi alur, novel ini bergerak dengan jalan cerita yang ringan sehingga pembaca akan mudah untuk masuk ke dalam dunia Sadie. Selain itu, pembaca dengan mudah dapat mengetahui gambaran hubungan antara Garrett dan Sadie. Novel ini juga tidak menceritakan kisah romantis dengan tempo yang cepat, tetapi memberikan makna tersendiri di balik setiap perilaku tokohnya.

Dilihat dari sisi karakter tokoh, buku karya Abby McDonald ini menggunakan gaya bahasa dan penggambaran karakter yang kuat sehingga mampu menggambarkan secara jelas bagaimana sifat kedua karakter utama, yaitu Garrett dan Sadie. Bahasa yang ia gunakan juga tergolong ringan sehingga novel ini akan mudah dipahami. Bagi Ultimates yang gemar membaca novel fiksi romantis, buku ini dapat menjadi teman pengisi hari dan penghibur diri.

 

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Elisabeth Diandra Sandi

Foto: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari