Cara Hadapi Anemia, Defisit Zat Besi Ketika Haid

Ilustrasi Anemia (ULTIMAGZ/Elisha Widirga)
Ilustrasi seseorang yang sedang mengalami gejala anemia. (ULTIMAGZ/Elisha Widirga)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Salah satu penyebab terjadinya anemia saat haid adalah berkurangnya kandungan zat besi dalam darah. Adiyana Esti selaku dokter umum menjelaskan, perempuan yang kurang mengonsumsi zat besi dapat terjangkit anemia. Bukan hanya itu, pendarahan yang banyak saat haid juga dapat menjadi penyebab defisit zat besi. 

“Namun, penyebab anemia saat haid bukan hanya karena kekurangan zat besi. Penyebab lainnya adalah kurangnya asupan gizi dan pendarahan yang banyak,” ujar Adiyana kepada tim Ultimagz melalui telepon. 

Berdasarkan penelitian Dea Indartanti dan Apoina Kartini yang berjudul “Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri”, anemia merupakan keadaan di mana kadar protein dalam sel darah merah lebih rendah dari kondisi normalnya. Biasanya gejala anemia bisa terlihat dari badan yang lesu, pusing, mata berkunang-kunang, dan wajah pucat. Akibatnya, aktivitas dan prestasi belajar pada remaja perempuan menjadi menurun karena konsentrasi berkurang.

Baca juga: Kenali Penyebab dan Gejala Anemia Saat Haid

Untuk mengatasi anemia ketika haid, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut ini merupakan tiga cara untuk menghadapi anemia saat mengalami defisit zat besi. 

  1. Konsumsi makanan kaya zat besi

Dalam tubuh, senyawa zat besi berguna untuk membangun sel darah merah. Untuk mencegah tubuh kekurangan bahan membentuk sel darah merah, Ultimates dapat mengonsumsi daging merah, hati ayam, unggas, telur dan ikan. Bukan hanya dari makanan hewani, zat besi juga dapat diperoleh dari kentang, kacang-kacangan, sayuran hijau (bayam, sawi, brokoli, kangkung, dan lain-lain), serta buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk, nanas tomat, dan kiwi.

  1. Hindari minuman berkafein

Minuman seperti kopi dan teh yang memiliki kandungan kafein tinggi sebaiknya dihindari saat sedang datang bulan. Melansir pendapat Sholicha dan Muniroh dalam jurnal “Hubungan Asupan Zat Besi, Protein, Vitamin C dan Pola Menstruasi dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMAN 1 Manyar Gresik”, teh dan kopi merupakan zat yang menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Alhasil, perempuan yang mengonsumsi kopi dan teh dapat meningkatkan risiko terkena anemia. Untuk mengatasi hal ini, Ultimates dapat mengganti minuman berkafein dengan segelas jus buah yang kaya akan vitamin C.

  1. Minum sumplemen penambah zat besi

Apabila Ultimates tidak mendapat hasil yang maksimal dari mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan zat besi, suplemen dapat menjadi pilihan alternatif. Namun, Adiyana menyarankan untuk memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter atau ahli sebelum mengonsumsinya. Suplemen memang dapat membantu memberikan asupan yang diperlukan, tetapi penting juga untuk mengenali faktor penyebab anemia. Adiyana mengatakan, kadang ada persepsi masyarakat yang menganggap tekanan darah rendah sebagai anemia. Kemudian, mereka meminum suplemen penambah zat besi. Dengan perilaku penanganan penyakit tanpa konsultasi ke dokter, masyarakat bisa memperoleh efek samping dari konsumsi obat yang tidak tepat.

Kesimpulannya, penting bagi Ultimates untuk mengetahui penyebab anemia secara tepat untuk melihat apakah benar penyebab anemia adalah defisit zat besi atau ada faktor penyebab yang lain. Pasalnya, Solicho dan Muniroh dalam jurnal “Hubungan Asupan Zat Besi, Protein, Vitamin C dan Pola Menstruasi dengan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di SMAN 1 Manyar Gresik” menjelaskan, penyebab lain dari anemia adalah asupan zat gizi yang kurang, menstruasi, penyakit infeksi, dan kurangnya pengetahuan dari masyarakat sendiri.

 

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena V.

Editor: Elisabeth Diandra Sandi

Foto: Elisha Imanuella Widirga

Sumber: ejournal3.undip.ac.id, news.unair.ac.id, e-journal.unair.ac.id, gizi.fkm.untad.ac.id, tirto.id, promkes.kemkes.go.id