SERPONG, ULTIMAGZ – Apakah Ultimates sering maraton atau menonton kembali drama Korea Selatan atau Cina hingga lupa waktu? Fenomena ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga bentuk pelarian emosional yang kini menjadi gaya hidup global.
Dilansir detik.com, kegiatan menonton ulang Drama Korea Selatan (K-Drama) atau Drama Cina (C-Drama) biasanya didorong oleh rasa rindu terhadap atmosfer drama tersebut dan juga karakter yang berkesan. Dengan menonton ulang, seseorang dapat mengobati rasa rindu hingga merasakan kembali emosi yang dirasakan saat pertama kali menyaksikan drama tersebut.
BACA JUGA: The Professor and the Madman: Persahabatan di Balik Kata
Selain faktor kerinduan karakter dan atmosfer drama, aktivitas menonton ulang ini juga bertujuan untuk menemukan detail-detail penting yang mungkin terlewatkan sebelumnya. Melalui proses ini, seseorang dapat lebih mendalami elemen plot serta makna dialog tertentu secara lebih saksama dibandingkan saat pertama kali menonton.
Bukan hanya itu, dilansir alodokter.com, drama ini juga memiliki manfaat positif dalam kehidupan seseorang sebagai sarana relaksasi untuk meredakan kecemasan serta stres. Aktivitas ini dapat memicu pelepasan hormon dopamin dan endorfin yang memperbaiki suasana hati, sehingga sering kali digunakan sebagai terapi tambahan dalam menghadapi berbagai gangguan emosional.
Di samping manfaat mental tersebut, K-Drama dan C-Drama kini juga berperan penting sebagai media edukasi mengenai isu kesehatan mental bagi masyarakat luas. Melalui berbagai judul yang mengangkat gangguan mental, penonton dapat memperoleh pemahaman serta empati yang lebih mendalam terhadap kondisi psikologis yang sering dialami di dunia nyata.
Namun, selain dari manfaat positif, ada banyak risiko obsesi yang bisa muncul akibat menonton drama secara berlebihan. Perasaan terlalu terikat pada alur cerita atau pemeran tertentu yang seringkali membuat penonton sulit berkonsentrasi, sehingga dapat mengganggu kestabilan emosi dan produktivitas sehari-harinya.
Selain itu, kebiasaan menonton dalam durasi yang terlalu lama juga dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik seperti sakit punggung dan mata lelah. Oleh karena itu, penting untuk tetap bijak dalam mengatur waktu agar kebutuhan utama seperti istirahat, makan, dan tidur yang cukup tetap terpenuhi.
Dilansir straitstimes.com, “Budaya dalam drama Korea Selatan yang mengangkat tema trauma dan depresi sangat menyentuh hati saya,” ujar Ms. Barry kepada AFP, seorang peserta tur drama yang diselenggarakan oleh Ms. Chang. Ia merasa bahwa melalui cerita tersebut, ia akhirnya bisa memproses rasa duka yang selama ini terpendam dan mulai melihat adanya harapan baru dalam hidupnya.
Sejak saat itu, Ms. Barry mengaku telah menonton 114 judul drama Korea dan hampir sepenuhnya meninggalkan tayangan berbahasa Inggris. Baginya, kisah-kisah dalam K-Drama memiliki kekuatan emosional yang mampu melunakkan hati dan memberikan ketenangan batin yang sulit ia temukan di media lain.
BACA JUGA: Dari Layar Lebar ke TikTok: Gaya Film Wes Anderson Jadi Tren Fotografi
Seorang guru asal Amerika, Jeanie Barry, mulai mengenal K-Drama melalui serial It’s Okay To Not Be Okay atas rekomendasi temannya untuk melewati masa sulit. Ia merasa sangat tersentuh dengan cara budaya Korea Selatan menggambarkan tema trauma serta depresi, yang akhirnya membantu dirinya untuk memproses rasa duka yang selama ini terpendam.
Kalau Ultimates gimana? Kenapa Ultimates menonton ulang atau maraton drama favorit kalian? Dan setelah memahami berbagai manfaat dan resikonya, bagaimana cara Ultimates dapat menikmati waktu nonton tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari?
Penulis: Jocelyn Gabrielle
Editor: Kezia Laurencia
Foto: luputan6.com
Sumber: idntimes.com, liputan6.com, netralnews.com




