• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, March 18, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lainnya

Di Balik Fenomena Re-watch Drama Korea Selatan dan Cina

Jocelyn Gabrielle by Jocelyn Gabrielle
March 18, 2026
in Lainnya
Reading Time: 3 mins read
Ilustrasi antusiasme penggemar maraton drama Korea Selatan dan Cina (detik.com).

Ilustrasi antusiasme penggemar maraton drama Korea Selatan dan Cina (detik.com).

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ – Apakah Ultimates sering maraton atau menonton kembali drama Korea Selatan atau Cina hingga lupa waktu? Fenomena ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga bentuk pelarian emosional yang kini menjadi gaya hidup global.

Dilansir detik.com, kegiatan menonton ulang Drama Korea Selatan (K-Drama) atau Drama Cina (C-Drama) biasanya  didorong oleh rasa rindu terhadap atmosfer drama tersebut dan juga karakter yang berkesan. Dengan menonton ulang, seseorang dapat mengobati rasa rindu hingga  merasakan kembali emosi yang dirasakan saat pertama kali menyaksikan drama tersebut.

BACA JUGA: The Professor and the Madman: Persahabatan di Balik Kata

Selain faktor kerinduan karakter dan atmosfer drama, aktivitas menonton ulang ini juga bertujuan untuk menemukan detail-detail penting yang mungkin terlewatkan sebelumnya. Melalui proses ini, seseorang dapat lebih mendalami elemen plot serta makna dialog tertentu secara lebih saksama dibandingkan saat pertama kali menonton.

Bukan hanya itu, dilansir alodokter.com, drama ini juga memiliki manfaat positif dalam kehidupan seseorang sebagai sarana relaksasi untuk meredakan kecemasan serta stres. Aktivitas ini dapat memicu pelepasan hormon dopamin dan endorfin yang memperbaiki suasana hati, sehingga sering kali digunakan sebagai terapi tambahan dalam menghadapi berbagai gangguan emosional.

Di samping manfaat mental tersebut, K-Drama dan C-Drama kini juga berperan penting sebagai media edukasi mengenai isu kesehatan mental bagi masyarakat luas. Melalui berbagai judul yang mengangkat gangguan mental, penonton dapat memperoleh pemahaman serta empati yang lebih mendalam terhadap kondisi psikologis yang sering dialami di dunia nyata.

Namun, selain dari manfaat positif, ada banyak risiko obsesi yang bisa muncul akibat menonton drama secara berlebihan. Perasaan terlalu terikat pada alur cerita atau pemeran tertentu yang seringkali membuat penonton sulit berkonsentrasi, sehingga dapat mengganggu kestabilan emosi dan produktivitas sehari-harinya.

Selain itu, kebiasaan menonton dalam durasi yang terlalu lama juga dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik seperti sakit punggung dan mata lelah. Oleh karena itu, penting untuk tetap bijak dalam mengatur waktu agar kebutuhan utama seperti istirahat, makan, dan tidur yang cukup tetap terpenuhi.

Dilansir straitstimes.com, “Budaya dalam drama Korea Selatan yang mengangkat tema trauma dan depresi sangat menyentuh hati saya,” ujar Ms. Barry kepada AFP, seorang peserta tur drama yang diselenggarakan oleh Ms. Chang. Ia merasa bahwa melalui cerita tersebut, ia akhirnya bisa memproses rasa duka yang selama ini terpendam dan mulai melihat adanya harapan baru dalam hidupnya.

Sejak saat itu, Ms. Barry mengaku telah menonton 114 judul drama Korea dan hampir sepenuhnya meninggalkan tayangan berbahasa Inggris. Baginya, kisah-kisah dalam K-Drama memiliki kekuatan emosional yang mampu melunakkan hati dan memberikan ketenangan batin yang sulit ia temukan di media lain.

BACA JUGA: Dari Layar Lebar ke TikTok: Gaya Film Wes Anderson Jadi Tren Fotografi

Seorang guru asal Amerika, Jeanie Barry, mulai mengenal K-Drama melalui serial It’s Okay To Not Be Okay atas rekomendasi temannya untuk melewati masa sulit. Ia merasa sangat tersentuh dengan cara budaya Korea Selatan menggambarkan tema trauma serta depresi, yang akhirnya membantu dirinya untuk memproses rasa duka yang selama ini terpendam.

Kalau Ultimates gimana? Kenapa Ultimates menonton ulang atau maraton drama favorit kalian? Dan setelah memahami berbagai manfaat dan resikonya, bagaimana cara Ultimates dapat menikmati waktu nonton tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari?

 

Penulis: Jocelyn Gabrielle

Editor: Kezia Laurencia

Foto: luputan6.com

Sumber: idntimes.com, liputan6.com, netralnews.com 

Tags: budayac-dramacinadramaemosionalk-dramaKoreamedianonton ulangrewatch
Jocelyn Gabrielle

Jocelyn Gabrielle

Related Posts

Foto seorang pemuda sedang meratap di depan pagar kediaman Jokowi (katadata.co.id)
Iptek

Tembok Ratapan Solo: Lelucon Belaka atau Sindiran Politik?

March 18, 2026
Cuplikan dari gim Stardew Valley. (stardewvalley.net)
Hiburan

Mengapa Genre Gim Simulasi Pertanian Miliki Banyak Penggemar?

March 17, 2026
Spotify wrapped 2025. (theverge.com)
Iptek

Peran AI dalam Mengolah Data Spotify Wrapped

March 17, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − one =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021