Membuka Pandora di Balik Mewahnya Industri Mode

Industri Mode.
Cuplikan dokumenter “Luxury: Behind The Mirror of High-End Fashion.” (Foto: DW Documentary)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – DW Documentary meluncurkan film dokumenter bertemakan industri mode dengan judul “Luxury: Behind The Mirror of High-End Fashion.” Dokumenter ini mengangkat beragam permasalahan tersembunyi dari luxury fashion terhadap manusia dan binatang yang berperan dalam industri ini.  

Dimulai dengan memberikan gambaran tentang industri mode yang penuh dengan kemewahan, dokumenter ini masuk ke permasalahan pertama, yaitu industri kulit binatang. Sudah menjadi informasi umum bahwa kulit binatang seringkali digunakan sebagai bahan produk fesyen, seperti jaket, tas, dan produk mode lainnya. Namun, di balik harga produk fesyen yang menjulang tinggi, khususnya dari merk ternama, ada buruh pabrik, seperti buruh di industri produksi kulit binatang yang diperlakukan semena-mena.

Permasalahan pertama yang diangkat dalam dokumenter ini adalah permasalahan buruh pabrik industri kulit binatang di Italia. Di mana mereka seringkali mendapatkan kontrak jangka pendek yang membuat mereka rentan terlibat kecelakaan saat bekerja. Perusahaan yang disudutkan dalam dokumenter ini adalah Termoplak, salah satu subkontraktor perusahaan Zabri yang memberikan bahan ke merk ternama fesyen, yaitu LVMH group. Dokumenter ini juga mengangkat bagaimana perusahaan pengolahan kulit binatang tadi memperlakukan pekerjanya, seperti pekerjanya yang membeli alat pelindung diri dan bekerja selama 13 jam per hari.

Permasalahan kedua yang diangkat dalam dokumenter ini adalah industri pengolahan bulu binatang di China. Peternakan yang menjadi asal bulu binatang yang dijadikan baju, jaket, dan produk fesyen lainnya tidak terjamin kebersihannya. Kelinci yang menjadi salah satu binatang yang digunakan kulitnya untuk pakaian, ditaruh di kandang sempit yang kotor.

Dari segi masalah, dokumenter ini berhasil menyajikan dua permasalahan mode, di mana secara spesifik membahas tentang kulit dan bulu binatang. Dokumenter ini juga memberikan gambaran industri luxury fashion yang ternyata penuh dengan masalah. Dokumenter ini juga berhasil memberikan bukti tentang keadaan industri mode, membuka masalah yang selama ini tertutup oleh dunia luxury fashion.

Sayangnya, karena terdapat dua fokus masalah yang diangkat, informasi yang didapatkan jadi kurang mendalam dan kurang memberikan sudut pandang lain dari masalah yang diangkat. Contohnya, seperti masalah peternakan kelinci yang kotor, dokumenter ini tidak mengangkat bagaimana hal itu berdampak pada produk pakaian yang dihasilkan.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Xena Olivia

Foto: DW Documentary