“Loop”: Melihat dari Perspektif Penderita Autisme

poster film loop
Poster film Loop. (Foto: Disneytips.com)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Marcus dan Renee merupakan teman sebaya. Keduanya dipertemukan di acara berkemah dan berkano bersama. Meskipun memiliki umur yang tidak jauh berbeda, cara mereka berkomunikasi sangat berbeda. Lantas, dapatkah mereka berteman dan menikmati waktu bersama?

 

Berangkat dari ide Erica Milsom, penulis dan sutradara film pendek “Loop” untuk menciptakan dua karakter yang jauh berbeda sekaligus menggambarkan kecintaannya pada aktivitas kano. “Loop” menceritakan tentang Renee, seorang anak berumur 13 tahun penderita autisme dan tidak dapat mengeluarkan kata verbal. Saat berkemah ia bertemu dengan Marcus, seorang remaja yang banyak berbicara. Mereka lalu berkano bersama.

Pada awalnya, Marcus sempat kebingungan untuk berkomunikasi dengan Renee yang hanya fokus kepada aplikasi suara pada telepon genggamnya. Namun, meskipun tidak mudah, lama-kelamaan kedua remaja mampu menikmati waktu bersama dengan segala perbedaan.

 

Dalam pembuatan film pendek yang tayang pada Disney+ Hotstar ini, Pixar melibatkan sekelompok penasihat dari Autistic Self Advocacy Network untuk membantu para pembuat film “Loop” menciptakan dan mengembangkan karakter Renee seperti apa yang mungkin Renee rasakan, pikirkan, dan lakukan. Semakin banyak kru belajar mengenai autisme, mereka semakin mampu menggambarkan sudut pandang para penderita dan sudut pandang penonton melihat penderita autisme.

 

Pengisi suara Renee adalah Madison Bandy, seorang remaja yang juga menderita autisme dan sulit berbicara. Proses perekaman dilakukan di rumah Madison karena untuk mendapatkan suara natural, Madison harus berada di tempat yang nyaman dan familiar untuknya, tidak ada banyak distraksi dan orang banyak.

“Kami ingin menangkap suara asli Madison karena cara Ia berbicara menggunakan suaranya sangat ekspresif. Jika kamu tidak mengenal Madison dan Ia mulai mengeluarkan suaranya, kamu tidak akan mengerti apa yang Ia bicarakan. Ini merupakan poin penting dalam film ini,” ujar Milsom dalam tayangan Behind The Scenes film, “The Making of Loop”.

 

Peduli Lebih terhadap Autisme

Autisme memiliki pengertian gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Autisme juga menyebabkan gangguan perilaku dan membatasi minat penderitanya.

Melansir dari Alodokter.com, penderita autisme memiliki gejala dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Terdapat anak yang kehilangan kemampuan berbicara, meskipun mampu berbicara saat kecil. Terdapat juga yang tidak dapat berbicara sama sekali.

 

Banyak gejala yang mungkin dialami penderita autisme dalam permasalahan komunikasi dan interaksi sosial. Mulai dari tidak merspons, selalu mengulang kata milik orang lain, menghindari kontak mata, lebih senang menyendiri, nada bicara yang tidak biasa, dan lainnya. Selain itu, terdapat juga gejala dalam pola perilaku, seperti sensitif terhadap cahaya, sentuhan atau suara, kelainan pada sikap tubuh, dan lain-lain.

Biasanya, penderita autisme memiliki indra yang lebih sensitif daripada orang-orang kebanyakan sehingga mereka seringkali merasa tidak nyaman dalam situasi yang berisik dan bising, mereka juga tidak terlalu menyukai ketika disentuh dengan orang lain. Dalam film “Loop”, Renee merasa terganggu dengan suara bising seperti speedboat dan suara teriakan Marcus. Renee juga tidak ingin disentuh oleh Marcus pada saat sedang marah.

 

Kunci menangani penderita autisme adalah sabar dan mencoba mengerti apa yang ingin mereka utarakan. Seringkali, penderita autisme dianggap yang aneh dan menyebalkan karena perilakunya. Padahal, mereka kesulitan untuk menyampaikan pemikirannya, sehingga perlu pendampingan dan pengertian untuk mengajak mereka berbicara perlahan, tidak memaksakan keinginan diri sendiri, dan mencoba mengerti dari sudut pandang mereka memandang dunia.

Dengan durasi 8 menit disertai dengan animasi yang indah, film pendek ini mengajak para penonton untuk membuka mata bahwa ada sebagian orang yang berbeda.

Cobalah mengerti sudut pandang mereka dan sadar bukanlah tidak mungkin untuk membuat koneksi dengan mereka.

 

Penulis: Keisya Librani Chandra

Editor: Nadia Indrawinata

Sumber: Disney+ Hotstar, Alodokter.com

Foto: Disneytips.com