SERPONG, ULTIMAGZ.com — Fokus pada masa depan sering kali membuat kita melupakan apa yang sedang terjadi sekarang. Mindfulness meditation mengingatkan kita untuk dapat fokus di masa kini.
Mindfulness meditation bukan tentang membiarkan pikiran berkelana. Bukan juga untuk mencoba mengosongkan pikiran. Dalam mindfulness meditation, kita tidak menilai pikiran sendiri atau terlibat di dalamnya.
Alih-alih, meditasi ini melibatkan perhatian saksama pada saat ini, terutama pikiran, emosi, dan sensasi diri kita sendiri, apa pun yang terjadi. Dengan begitu, meditasi ini menggabungkan konsentrasi dengan kesadaran.
Mengutip The Harvard Gazette, Herbert Benson, pelopor penelitian ilmiah tentang meditasi, memuji manfaatnya bagi tubuh manusia. Meditasi jenis ini mampu mengurangi tekanan darah, detak jantung dan aktivitas otak bahkan sejak 1975. Benson menyebutnya “respon relaksasi.”
Mindfulness meditation memungkinkan Ultimates untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh. Menjadi mindful membuat kita fokus dan menghargai apa yang kita miliki saat ini.
Sebab, meditasi ini dapat membantu kita menjadi lebih sadar akan pikiran dan perasaan, serta mengelolanya dengan cara yang lebih positif. Mengontrol pikiran dan perasaan dengan baik juga nantinya dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
Jika Ultimates baru ingin memulai, sebaiknya pilih waktu yang singkat, seperti lima atau sepuluh menit. Kemudian, durasi waktunya dapat ditambah secara bertahap hingga dua kali lebih lama, bahkan hingga 45 menit atau satu jam.
Meditasi dapat dilakukan di ruangan rumah yang nyaman atau di luar di mana pun Ultimates suka. Idealnya, meditasi dilakukan di tempat yang tidak terlalu ramai sehingga dapat menemukan ketenangan.
Banyak orang melakukannya di pagi dan sore hari, atau salah satunya. Semuanya kembali kepada kenyamanan kita masing-masing.
Baca juga: Peka terhadap Kebutuhan Tubuh dengan Konsumsi Makanan Sehat
Selama bermeditasi, lampu dapat dibiarkan menyala jika ruangan yang ditempati gelap. Bisa juga dilakukan sembari duduk di bawah cahaya alami, dilansir dari mindful.org.
Dilansir dari nytimes.com, apa pun sensasinya selama meditasi, catat saja. Namun, cobalah untuk tidak bereaksi seperti memberikan label pengalaman itu baik atau buruk pada sensasi yang sedang terjadi. Bahkan ketika apa yang terlintas di pikiran maupun perasaan itu tidak menyenangkan.
Mindfulness meditation mengajarkan kita untuk mengakui saja apa yang dirasakan. Dengan demikian, ketika kita menyadari bahwa pikiran telah mengembara, cukup perhatikan pikiran tersebut dan kembalikan perhatian kita ke situasi tubuh saat ini.
Namun, tidak ada salahnya juga bila Ultimates membutuhkan bantuan profesional untuk pertolongan yang lebih mendalam. Salah satu layanan di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Student Support (@studentsupport.umn), dapat membantu menangani perihal kesehatan mental tanpa dipungut biaya bagi mahasiswa/i UMN.
Penulis: Andia Christy
Editor: Alycia Catelyn
Foto: unsplash.com
Sumber: mindful.org, nytimes.com, healthline.com, news.harvard.edu
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!